Selasa, 28 Juli 2009
Korupsi? Apa kata anak kecil? DI KETAWAIN iya kali
Mengapa masih saja terjadi kasus korupsi yang dilakukan oleh para pejabat tinggi negara? Apa yang mereka inginkan atau yang mereka kejar? Apakah jabatan? Tidak mungkin, karena memang tidak ada dampak apapun antara korupsi dengan jabatan. Apakah harta? Memang masuk akal. Karena yang mereka korupsi, adalah uang yang tidak sedikit jumlahnya. Tapi pertanyaannya, untuk apa? Apakah gaji yang mereka dapatkan, tidak cukup untuk menghidupi keseharian mereka? Kalau memang dengan cara korupsi, mereka bisa mendapatkan apa saja yang bisa dibeli, tapi apakah tidak mereka pikirkan dampak kedepannya? Kan bisa saja terjadi, pengungkapan kasus korupsi, dan terjadi pidana kepada tersangka korupsi tersebut. Dan juga, apa mereka tidak memikirkan apa dampak yang akan ditimbulkan setelah korupsi itu, selain kerugian pada diri tersangka tadi? Apa tidak memikirkan kerugian yang akan dirasakan oleh pihak yang telah dikorupsi? Apa mereka tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat? Kenapa hanya memikirkan kesenangannya sendiri atau kesenangan sesaat dan untuk saat ini saja? Karena untuk masyarakat, bisa di rugikan karena mereka tidak mendapatkan 'hasil' dari apa yang telah mereka 'beli'. Dan untuk ke depan nya, bisa jadi bangsa ini hancur, karena ulah koruptor itu yang telah memakan uang negara. Lagi lagi hutang, dan lagi lagi nyicil. Kenapa saya bilang mencicil, karena bisa saja uang tembusan tersebut masih saja dikorupsi. Siapa yang tau?
Anomali cuaca di Indonesia
el nino, kemarau panjang di indonesia. Menurut BMG ini masih normal.
Mengapa di musim kemarau ini, masih terjadi hujan.
Anomali cuaca ini, menyebabkan beberapa peristiwa di berbagai daerah.
Mengapa di musim kemarau ini, masih terjadi hujan.
Anomali cuaca ini, menyebabkan beberapa peristiwa di berbagai daerah.
Senin, 27 Juli 2009
Balapan
Race atau balapan. Ini bukan hanya balapan liar belaka. Namun, ini adalah olahraga kelas elite. Istilah sekarang adalah, sport.
Itu adalah pengertian dari orang orang yang ahli dalam bidang tersebut. Tapi, apakah balapan itu mendapatkan keuntungan yang sebenarnya dari kegiatan olahraga, seperti kesehatan? Kalau bukan, lalu apa yang didapatkan oleh para pembalap dan tim yang melakukan olahraga tersebut? Kalau poin dari kemenangan, itu sudah pasti. Hadiah uang? Bisa jadi. Sponsor? Kan bisa di cari dengan cara lain. Lalu apa yang akan di dapatkan oleh olahraga tersebut?
Saya rasa, bukan mendapatkan. Melainkan, membuang. Ya, membuang. Olahraga seperti itu, bukannya mendapatkan kesehatan, melainkan kegiatan yang membuang buang. Lalu, apa yang dibuang? Yang dibuang adalah, tentu saja, bahan bakar/bensin. Kita ketahui sendiri, minyak di bumi kita tercinta ini adalah tidak lain dan tidak bukan, merupakan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui. Memang, bisa untuk memperbaharui sumber minyak. Tapi hal tersebut, membutuhkan waktu yang tidak secepat kita makan makanan yang kita sukai. Dengan kata lain, hal tersebut, memperbaharui sumber daya alam minyak ini, membutuhkan waktu yang teramat sangat lama sekali. menurut guru pengajar saya dahulu, untuk memperbaharui minyak di bumi ini, dibutuhkan waktu berjuta juta tahun, dari fosil yang sudah berubah menjadi minyak oleh peristiwa alam tentunya. Karena manusia memang memiliki kepintaran. Akan tetapi, tidak untuk yang satu ini. Karena kemampuan manusia memang terbatas, tidak sesempurna Tuhan YME. Manusia ada batasannya juga.
Tunggu, jika kita membicarakan keterbatasan, kenapa manusia kepuasannya tidak pernah terbatas? Selalu menginginkan yang lebih dan lebih lagi. Manusia memang egois, karena mereka ingin sempurna di dunia ini. Tapi apakah manusia, tidak menyadari akan keterbatasan yang mereka miliki? Kalau memang sudah sadar, kenapa masih saja meraih apa yang belum di capainya? Salah satunya, kemenangan dari olahraga balapan ini. Mereka hanya mengejar kemenangan semata. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan keuntungan dari para sponsor. Tapi untuk bahan bakar, apakah mereka juga mendapat sponsor secara terus menerus? Bayangkan saja, dalam sepekan, para pembalap tidak hanya menghabiskan bahan bakar selama balapan berlangsung di televisi yang sering kita saksikan bersama sama. Sebelumnya, mereka juga telah melakukan babak kualifikasi, untuk meraih pole position. Tapi selain itu, mereka juga telah melakukan tes uji coba mobil atau uji coba circuit. Dan itu, mungkin mereka lakukan tidak hanya sekali. Tidak hanya dilakukan selama beberapa menit saja. Tapi bisa jadi berjam jam, dengan jarak yang cukup jauh. Itu berarti, sudah berapa liter, bahan bakar yang telah mereka buang? Kalau mereka menyadari hal tersebut, mengapa olahraga ini masih saja popular? Dan juga semakin banyak peminat atau tim tim baru yang berdatangan untuk mengikuti olahraga tersebut?
Baiklah, kita lepas untuk urusan balapan. Kita ke topic tentang SDA minyak ini, yang berbentuk Bahan Bakar Minyak atau BBM. Dan lebih sering kita sebut dengan sebutan bensin. Jika sudah tahu bahwa barang tersebut(BBM) adalah barang yang tidak bisa diperbaharui lagi, mengapa masih banyak orang yang membuang dengan percuma, untuk urusannya sendiri/pribadi? Mereka ingin pergi ke rumah teman, untuk sekedar menghilangkan stres karena bebang pikiran mereka. Mereka ingin bersenang senang dengan teman temannya. Terkadang, mereka pergi ke suatu tempat hiburan atau tempat pariwisata, untuk refreshing. Itu masih ada manfaatnya, untuk refreshing. Akan tetapi, saya pernah mendengar dari pengakuan teman saya, dia sering pergi bersama kekasihnya untuk berputar putar keliling kota. Dan mereka memang hanya berputar putar semata, dan tidak ada tujuan. Lalu, apa yang mereka dapatkan? Jika ingin pacaran/bermesra mesra an, bukankah sudah disediakan taman?
Mari kita menyadari hal rersebut. SDA tersebut, memang tidak bisa diperbaharui. Dan sekarang, tentunya sudah berkurang banyak untuk keperluan manusia, seperti yang saya sebutkan di atas. Jika kita sudah mengambil minyak dari bumi ini, lalu apa yang sudah kita persembahkan untuk bumi ini, agar masih tetap menyediakan minyak untuk kehidupan kita di dunia ini? Kita harus menyadari, tanpa minyak, kita tidak bisa apa apa. Karena penggunaan alat di bumi ini, rata rata memang sudah mempergunakan minyak sebagai bahan bakar nya atau bahan utama nya.
Itu adalah pengertian dari orang orang yang ahli dalam bidang tersebut. Tapi, apakah balapan itu mendapatkan keuntungan yang sebenarnya dari kegiatan olahraga, seperti kesehatan? Kalau bukan, lalu apa yang didapatkan oleh para pembalap dan tim yang melakukan olahraga tersebut? Kalau poin dari kemenangan, itu sudah pasti. Hadiah uang? Bisa jadi. Sponsor? Kan bisa di cari dengan cara lain. Lalu apa yang akan di dapatkan oleh olahraga tersebut?
Saya rasa, bukan mendapatkan. Melainkan, membuang. Ya, membuang. Olahraga seperti itu, bukannya mendapatkan kesehatan, melainkan kegiatan yang membuang buang. Lalu, apa yang dibuang? Yang dibuang adalah, tentu saja, bahan bakar/bensin. Kita ketahui sendiri, minyak di bumi kita tercinta ini adalah tidak lain dan tidak bukan, merupakan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui. Memang, bisa untuk memperbaharui sumber minyak. Tapi hal tersebut, membutuhkan waktu yang tidak secepat kita makan makanan yang kita sukai. Dengan kata lain, hal tersebut, memperbaharui sumber daya alam minyak ini, membutuhkan waktu yang teramat sangat lama sekali. menurut guru pengajar saya dahulu, untuk memperbaharui minyak di bumi ini, dibutuhkan waktu berjuta juta tahun, dari fosil yang sudah berubah menjadi minyak oleh peristiwa alam tentunya. Karena manusia memang memiliki kepintaran. Akan tetapi, tidak untuk yang satu ini. Karena kemampuan manusia memang terbatas, tidak sesempurna Tuhan YME. Manusia ada batasannya juga.
Tunggu, jika kita membicarakan keterbatasan, kenapa manusia kepuasannya tidak pernah terbatas? Selalu menginginkan yang lebih dan lebih lagi. Manusia memang egois, karena mereka ingin sempurna di dunia ini. Tapi apakah manusia, tidak menyadari akan keterbatasan yang mereka miliki? Kalau memang sudah sadar, kenapa masih saja meraih apa yang belum di capainya? Salah satunya, kemenangan dari olahraga balapan ini. Mereka hanya mengejar kemenangan semata. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan keuntungan dari para sponsor. Tapi untuk bahan bakar, apakah mereka juga mendapat sponsor secara terus menerus? Bayangkan saja, dalam sepekan, para pembalap tidak hanya menghabiskan bahan bakar selama balapan berlangsung di televisi yang sering kita saksikan bersama sama. Sebelumnya, mereka juga telah melakukan babak kualifikasi, untuk meraih pole position. Tapi selain itu, mereka juga telah melakukan tes uji coba mobil atau uji coba circuit. Dan itu, mungkin mereka lakukan tidak hanya sekali. Tidak hanya dilakukan selama beberapa menit saja. Tapi bisa jadi berjam jam, dengan jarak yang cukup jauh. Itu berarti, sudah berapa liter, bahan bakar yang telah mereka buang? Kalau mereka menyadari hal tersebut, mengapa olahraga ini masih saja popular? Dan juga semakin banyak peminat atau tim tim baru yang berdatangan untuk mengikuti olahraga tersebut?
Baiklah, kita lepas untuk urusan balapan. Kita ke topic tentang SDA minyak ini, yang berbentuk Bahan Bakar Minyak atau BBM. Dan lebih sering kita sebut dengan sebutan bensin. Jika sudah tahu bahwa barang tersebut(BBM) adalah barang yang tidak bisa diperbaharui lagi, mengapa masih banyak orang yang membuang dengan percuma, untuk urusannya sendiri/pribadi? Mereka ingin pergi ke rumah teman, untuk sekedar menghilangkan stres karena bebang pikiran mereka. Mereka ingin bersenang senang dengan teman temannya. Terkadang, mereka pergi ke suatu tempat hiburan atau tempat pariwisata, untuk refreshing. Itu masih ada manfaatnya, untuk refreshing. Akan tetapi, saya pernah mendengar dari pengakuan teman saya, dia sering pergi bersama kekasihnya untuk berputar putar keliling kota. Dan mereka memang hanya berputar putar semata, dan tidak ada tujuan. Lalu, apa yang mereka dapatkan? Jika ingin pacaran/bermesra mesra an, bukankah sudah disediakan taman?
Mari kita menyadari hal rersebut. SDA tersebut, memang tidak bisa diperbaharui. Dan sekarang, tentunya sudah berkurang banyak untuk keperluan manusia, seperti yang saya sebutkan di atas. Jika kita sudah mengambil minyak dari bumi ini, lalu apa yang sudah kita persembahkan untuk bumi ini, agar masih tetap menyediakan minyak untuk kehidupan kita di dunia ini? Kita harus menyadari, tanpa minyak, kita tidak bisa apa apa. Karena penggunaan alat di bumi ini, rata rata memang sudah mempergunakan minyak sebagai bahan bakar nya atau bahan utama nya.
Belagu
Cowo belagu. Apakah seperti itu, aku ini? Tapi jika menyangkal, sebenarnya juga tidak pantas. Karena ciri ciri dari cowo belagu, ada di aku nya. Katanya, cowo belagu itu, seperti punya segalanya, bisa apa aja, punya kelebihan yang tidak orang lain punya, dan sok menang sendiri/sok jagoan. Intinya, sombong gitu lah. Tapi kan, apa bukan PD itu namanya? Percaya Diri itu kan, juga perlu, buad ngehindarin kita dari rasa minder. Tapi, sebenernya, PD itu memang boleh. Tapi jangan sampe berlebihan, rasa PD kita itu. Karena rasa PD itu juga di perbolehkan, untuk mengurangi rasa minder. Dan benar kata pepatah, tentang ‘Diatas langit masih ada langit’. Itu ungkapan untuk kita agar tidak merasa sombong. Karena sombong itu juga dilarang oleh agama, sebenarnya.Tapi, kita juga harus selalu bersyukur atas apapun pemberian Tuhan YME untuk anugerahnya. Karena kita memang tidak boleh minder. Maka dari itu, rasa PD masih diperbolehkan. Jadi, ada ungkapan yang pas untuk orang yang sedang minder. Ungkapan ‘Jika ada negara yang sedang berkembang, negara miskin pun juga ada’ pantas untuk insan yang merasa sedang minder. Karena minder itu, membuat kita jadi ragu ragu untuk melakukan suatu hal. Maka dari itu, minder juga tidak diajarkan dalam agama.
Jadi intinya adalah, kita tidak boleh belagu, tidak boleh terlalu ke PD an. Karena jika terlalu ke PD an, itu namanya sombong. Dan sombong itu, merupakan hal yang tidak baik, karena merasa dirinya adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Selain tidak boleh terlalu PD atau sombong, kita juga tidak boleh merasa minder. Jadi, kita boleh merasa PD, tapi jangan sampai berlebihan. Dan minder boleh, untuk menunjukkan kerendahan hati kita. Tapi jangan sampai terlalu minder dan hilang rasa percaya diri. Dan harap diingat, kita hidup di dunia ini tidak sendirian. Tidak hanya berjumlah puluhan ataupun ratusan, bahkan hanya ribuan saja. Tapi kita ini hidup di dunia ini, tidak dapat saya hitung pake angka. Jadi jika kamu merasa sudah paling pintar, janganlah sombong dulu. Karena siapa tau ada orang lain yang bisa mengalahkan kepintara kamu. Dan jika kamu merasa paling bodoh, tidak menutup kemungkinan masih ada kebodohan kebodohan diluar sana yang melebihi kebodohan kamu.
Jadi intinya adalah, kita tidak boleh belagu, tidak boleh terlalu ke PD an. Karena jika terlalu ke PD an, itu namanya sombong. Dan sombong itu, merupakan hal yang tidak baik, karena merasa dirinya adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Selain tidak boleh terlalu PD atau sombong, kita juga tidak boleh merasa minder. Jadi, kita boleh merasa PD, tapi jangan sampai berlebihan. Dan minder boleh, untuk menunjukkan kerendahan hati kita. Tapi jangan sampai terlalu minder dan hilang rasa percaya diri. Dan harap diingat, kita hidup di dunia ini tidak sendirian. Tidak hanya berjumlah puluhan ataupun ratusan, bahkan hanya ribuan saja. Tapi kita ini hidup di dunia ini, tidak dapat saya hitung pake angka. Jadi jika kamu merasa sudah paling pintar, janganlah sombong dulu. Karena siapa tau ada orang lain yang bisa mengalahkan kepintara kamu. Dan jika kamu merasa paling bodoh, tidak menutup kemungkinan masih ada kebodohan kebodohan diluar sana yang melebihi kebodohan kamu.
PRT
Penyiksaan pada PRT/Pembantu Rumah Tangga ini masih merajalela. Mengapa hal ini masih saja terjadi dimana mana? Apakah penyebab yang sebenarnya? Dan apa tujuan para majikan nya, melakukan hal tersebut?
Seperti yang kita ketahui. Pembantu Rumah Tangga ini, sangat di butuhkan oleh kebanyakan orang yang sedang disibukkan oleh perkerjaannya. Kalau bukan PRT ini yang mengurus rumah disaat para majikan bekerja di kantornya, lalu siapa yang mau mengurus rumah? Anaknya? Iya kalau anaknya type anak yang rajin dan tidak sedang sibuk apapun, misal sekolah atau bekerja. Kalau anak anak masih sekolah? Sudah merantau ke kota besar untuk mencari pekerjaan? PRT lah jawaban dari semua pertanyaan itu.
Kalaupun para PRT tersebut telah melakukan kesalahan, hal itu mungkin masih bisa di maklumi. Namanya juga manusia, pasti tidak luput dari kesalahan. Dan namanya juga PRT. Memangnya ada, PRT lulusan S1? Keren dong. Akan tetapi mengapa PRT itu, selalu diberi sanksi yang sangat berat untuk setiap kesalahannya? Memangnya kita bisa melakukan pekerjaan tersebut, dengan sempurna? Jika kita bisa, kenapa kita meminta tolong orang lain? Kalau kata bijak, jika ingin melakukan sesuatu dengan benar, maka lakukanlah sendiri. Tapi tidak selalu kita bisa melakukan suatu pekerjaan sendiri. Untuk itu, kita membutuhkan jasa dari orang lain. Untuk itu lah kita sebagai manusia di sebut sebagai makhluk sosial. Dan tentunya, dengan adanya jasa penyedia PRT ini, kita sangat terbantu sekali mengurus segala macam kegiatan kita sehari hari. Tapi mengapa hal itu masih saja belum disadari oleh orang kelas atas? Walaupun PRT tersebut, telah melakukan kesalahan yang berat, dan telah berulang kali dilakukan, kan seharusnya masih bisa kita maklumi. Kan kita bisa memberitahu untuk tidak melakukan kesalahan tersebut, dan memberi contoh yang benar. Tapi kenapa langsung di beri sanksi? Dan itupun biasanya bukan hanya sekedar peringatan. Tapi ‘peringatan keras’ yang biasanya didapat.
Bukankah kita seharusnya mensyukuri apapun pemberian dari Yang Maha Kuasa? Dan seharusnya di ingat, untuk hal ini. ‘Kesempurnaan hanya milik Allah, dan manusia tidak ada yang sempurna, hanya biasanya malah memiliki kesalahan.’ Sebagai catatan, kesalahan itu wajar, dan setiap kesalahan pasti ada jalan keluarnya. Dan jalan keluar itu bisa dicari bersama sama. Kesalahan adalah pengalaman, dan pengalaman tidak lain dan tidak bukan, adalah guru yang berharga. Dan manusia yang berhasil, adalah tidak melakukan kesalahan yang sama. Karena kesalahan adalah bukan untuk diulangi, melainkan untuk diperbaiki.
Seperti yang kita ketahui. Pembantu Rumah Tangga ini, sangat di butuhkan oleh kebanyakan orang yang sedang disibukkan oleh perkerjaannya. Kalau bukan PRT ini yang mengurus rumah disaat para majikan bekerja di kantornya, lalu siapa yang mau mengurus rumah? Anaknya? Iya kalau anaknya type anak yang rajin dan tidak sedang sibuk apapun, misal sekolah atau bekerja. Kalau anak anak masih sekolah? Sudah merantau ke kota besar untuk mencari pekerjaan? PRT lah jawaban dari semua pertanyaan itu.
Kalaupun para PRT tersebut telah melakukan kesalahan, hal itu mungkin masih bisa di maklumi. Namanya juga manusia, pasti tidak luput dari kesalahan. Dan namanya juga PRT. Memangnya ada, PRT lulusan S1? Keren dong. Akan tetapi mengapa PRT itu, selalu diberi sanksi yang sangat berat untuk setiap kesalahannya? Memangnya kita bisa melakukan pekerjaan tersebut, dengan sempurna? Jika kita bisa, kenapa kita meminta tolong orang lain? Kalau kata bijak, jika ingin melakukan sesuatu dengan benar, maka lakukanlah sendiri. Tapi tidak selalu kita bisa melakukan suatu pekerjaan sendiri. Untuk itu, kita membutuhkan jasa dari orang lain. Untuk itu lah kita sebagai manusia di sebut sebagai makhluk sosial. Dan tentunya, dengan adanya jasa penyedia PRT ini, kita sangat terbantu sekali mengurus segala macam kegiatan kita sehari hari. Tapi mengapa hal itu masih saja belum disadari oleh orang kelas atas? Walaupun PRT tersebut, telah melakukan kesalahan yang berat, dan telah berulang kali dilakukan, kan seharusnya masih bisa kita maklumi. Kan kita bisa memberitahu untuk tidak melakukan kesalahan tersebut, dan memberi contoh yang benar. Tapi kenapa langsung di beri sanksi? Dan itupun biasanya bukan hanya sekedar peringatan. Tapi ‘peringatan keras’ yang biasanya didapat.
Bukankah kita seharusnya mensyukuri apapun pemberian dari Yang Maha Kuasa? Dan seharusnya di ingat, untuk hal ini. ‘Kesempurnaan hanya milik Allah, dan manusia tidak ada yang sempurna, hanya biasanya malah memiliki kesalahan.’ Sebagai catatan, kesalahan itu wajar, dan setiap kesalahan pasti ada jalan keluarnya. Dan jalan keluar itu bisa dicari bersama sama. Kesalahan adalah pengalaman, dan pengalaman tidak lain dan tidak bukan, adalah guru yang berharga. Dan manusia yang berhasil, adalah tidak melakukan kesalahan yang sama. Karena kesalahan adalah bukan untuk diulangi, melainkan untuk diperbaiki.
Nangis?
Kenapa setiap ada masalah, selalu diselesaikan dengan menyusuri akibat nya? Kan seharusnya masalah itu di pelajari apa penyebab nya. Sehingga bisa di musnahkan, masalah itu. Kalau ingin menebang pohon, apakah kita harus merusak buah atau daun nya? Bukankah pohon tersebut masih bisa tumbuh lagi? Apakah pusat pertumbuhan pohon itu, dari buah atau daun nya? Kan jika akar nya bisa di rusak, pohon akan tidak bisa tumbuh lagi.
Ini seharusnya menjadi pelajaran untuk negara kita, Indonesia tercinta. Mengapa masih saja terjadi adanya kisruh DPT/Daftar Pemilih Tetap? Masih saja ada DPT ganda, pemilih di bawah umur, pemilih yang sudah meninggal. Lalu, diapakan pengalaman waktu jaman PEMILU CaLeg 2009 lalu itu? Kan kata orang bijak: “Belajarlah dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang terbaik.” Lalu jika kita sudah bisa belajar dari kesalahan yang lalu, kenapa masih saja terjadi masalah seperti ini lagi? Seberapa bodoh sebenarnya, warga negara kita ini? Kenapa yang di usut bukannya penyebab dari terjadi nya masalah tersebut? Dan jika sudah di usut, kenapa tidak di selesaikan?
Ini seharusnya menjadi pelajaran untuk negara kita, Indonesia tercinta. Mengapa masih saja terjadi adanya kisruh DPT/Daftar Pemilih Tetap? Masih saja ada DPT ganda, pemilih di bawah umur, pemilih yang sudah meninggal. Lalu, diapakan pengalaman waktu jaman PEMILU CaLeg 2009 lalu itu? Kan kata orang bijak: “Belajarlah dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang terbaik.” Lalu jika kita sudah bisa belajar dari kesalahan yang lalu, kenapa masih saja terjadi masalah seperti ini lagi? Seberapa bodoh sebenarnya, warga negara kita ini? Kenapa yang di usut bukannya penyebab dari terjadi nya masalah tersebut? Dan jika sudah di usut, kenapa tidak di selesaikan?
Cerita lucu yang romantis
Modernisasi, hal ini sudah menglobalisasi. Karena dimana mana kita bisa menemukan kecanggihan. Msialnya saja, tidak asing lagi, seorang bocah seumuran kelas 3 SD sudah banyak memegang HandPhone. Karena sekarang, HandPhone memang bukanlah keperluan barang mewah. Dan modernisasi ini membuat banyak orang merasa terbantu, dengan segala kemudahannya. Karena alat alat yang modern ini, sangat membantu pekerjaan manusia sebagaimana mestinya.
Salah satu contoh dari modernisasi adalah internet. Internet bukanlah barang mewah lagi sekarang ini, di era globalisasi ini. Karena internet bisa ditemukan dimana saja. Karena sekarang sudah banyak technology HandPhone yang telah menyediakan fasilitas berinternet. Dan hal ini didukung oleh operator yang juga menyediakan layanan internet, dengan tarif yang terjangkau. Selain itu, juga terdapat banyak sekali komunitas yang ada di internet. Salah satunya adalah facebook. Ini adalah situs pertemanan, yang siapapun bisa menggunakannya, dengan gratis. Jadi disini, kita bisa berkenalan dengan siapapun, dengan orang yang sudah bergabung didalam nya. Dan di situs ini, kita juga bisa mencari jodoh/kekasih. Karena memang cukup banyak, cewek cewek yang bergabung didalamnya.
Dan cerita berikut ini, cukup menggelikan. Ada sepasang manusia, laki laki dan perempuan, yang berkenalan melalui situs pertemanan Facebook ini. Si cowok, berasal dari Jakarta(Indonesia), dan si cewek sedang berada di Australia, karena sedang menempuh pendidikan kuliah disana. Mereka sudah cukup lama berhubungan melalui situs pertemanan Facebook ini. Mereka juga sudah bertukar nomor telepon masing masing. Dan saking akrab nya, bahkan si cowok mengirim benda benda romantis, seperti CD atau puisi, ke alamat si cewek. Dan si cewek pun, menjadi tertarik hati nya, kepada si cowok. Dan setelah beberapa lama berhubungan, si cowok melamar si cewek. Tapi ini hanya melalui dunia maya. Dan ternyata, si cewek menanggapinya dengan serius. Akan tetapi, setelah kejadian itu, si cewek lost contact kepada si cowok. Dan karena saking penasarannya dan ingin mengklarifikasi pernyataan lamaran itu, si cewek rela datang ke Indonesia, untuk bertemu dengan si cowok. Dan setelah diselidiki alamat si cowok, memang ketemu. Akan tetapi, ternyata si cewek salah alamat. Karena memang alamat yang ia dapatkan, benar alamat target nya yang ia kenal. Dia menunjukkan photo target, si cowok itu. Dan hadiah hadiah yang sudah dikirimkan cowok, kepada si cewek. Dan saat si cowok melihat kertas berisi puisi, si cowok mengatakan sebuah kenyataan. Karena si cowok memang tidak bisa menulis puisi, jadi cowok itu memberitahu siapa yang bisa menulis puisi seperti itu. Cowok itu memberikan alamat temannya, sang penulis puisi itu kepada si cewek. Dan cewek itu akhirnya menemukan alamat yang diberikan kepadanya sebelumnya, dari cowok salah sasaran tadi. Mengapa si cewek bisa salah sasaran? Karena cewek itu memiliki photo sang target, cowok yang ingin ditemuinya sebelumnya. Dan menanyakan pada teman dari cowok yang ada di photo itu. Kembali ke cerita sebelumnya. Cewek ini menemukan alamat cowok target yang sebenarnya. Dan saat melihat cowok itu, si cewek terkejut. Ternyata cowok idamanannya itu, tidak sesempurna yang dibayangkan oleh cewek itu. Cowok itu pincang kaki nya. Dan setelah bertemu tatap muka, si cowok malah menghindar. Dan sahabat dari cowok itu menceritakan hal yang sebenarnya, kenapa si cowok itu menghindar. Karena sebenarnya, cowok itu mempunyai cinta sejati nya dahulu kala. Dan wajah dari cinta sejati nya itu, mirip sekali dengan si cewek. Dan karena si cowok ingin benar benar melupakan masa lalu nya, jadi cowok itu menghindari si cewek itu.
Dan si cewek, masih terisak dengan tangisannya. Lelaki dambaan nya, yang telah ia mimpikan, ternyata memiliki pengalaman yang kelam. Dan setelah pengorbanannya, dari Australia ke Jakarta(Indonesia), ternyata tidak membuahkan hasil yang diinginkan cewek itu. Sungguh memilukan.
Salah satu contoh dari modernisasi adalah internet. Internet bukanlah barang mewah lagi sekarang ini, di era globalisasi ini. Karena internet bisa ditemukan dimana saja. Karena sekarang sudah banyak technology HandPhone yang telah menyediakan fasilitas berinternet. Dan hal ini didukung oleh operator yang juga menyediakan layanan internet, dengan tarif yang terjangkau. Selain itu, juga terdapat banyak sekali komunitas yang ada di internet. Salah satunya adalah facebook. Ini adalah situs pertemanan, yang siapapun bisa menggunakannya, dengan gratis. Jadi disini, kita bisa berkenalan dengan siapapun, dengan orang yang sudah bergabung didalam nya. Dan di situs ini, kita juga bisa mencari jodoh/kekasih. Karena memang cukup banyak, cewek cewek yang bergabung didalamnya.
Dan cerita berikut ini, cukup menggelikan. Ada sepasang manusia, laki laki dan perempuan, yang berkenalan melalui situs pertemanan Facebook ini. Si cowok, berasal dari Jakarta(Indonesia), dan si cewek sedang berada di Australia, karena sedang menempuh pendidikan kuliah disana. Mereka sudah cukup lama berhubungan melalui situs pertemanan Facebook ini. Mereka juga sudah bertukar nomor telepon masing masing. Dan saking akrab nya, bahkan si cowok mengirim benda benda romantis, seperti CD atau puisi, ke alamat si cewek. Dan si cewek pun, menjadi tertarik hati nya, kepada si cowok. Dan setelah beberapa lama berhubungan, si cowok melamar si cewek. Tapi ini hanya melalui dunia maya. Dan ternyata, si cewek menanggapinya dengan serius. Akan tetapi, setelah kejadian itu, si cewek lost contact kepada si cowok. Dan karena saking penasarannya dan ingin mengklarifikasi pernyataan lamaran itu, si cewek rela datang ke Indonesia, untuk bertemu dengan si cowok. Dan setelah diselidiki alamat si cowok, memang ketemu. Akan tetapi, ternyata si cewek salah alamat. Karena memang alamat yang ia dapatkan, benar alamat target nya yang ia kenal. Dia menunjukkan photo target, si cowok itu. Dan hadiah hadiah yang sudah dikirimkan cowok, kepada si cewek. Dan saat si cowok melihat kertas berisi puisi, si cowok mengatakan sebuah kenyataan. Karena si cowok memang tidak bisa menulis puisi, jadi cowok itu memberitahu siapa yang bisa menulis puisi seperti itu. Cowok itu memberikan alamat temannya, sang penulis puisi itu kepada si cewek. Dan cewek itu akhirnya menemukan alamat yang diberikan kepadanya sebelumnya, dari cowok salah sasaran tadi. Mengapa si cewek bisa salah sasaran? Karena cewek itu memiliki photo sang target, cowok yang ingin ditemuinya sebelumnya. Dan menanyakan pada teman dari cowok yang ada di photo itu. Kembali ke cerita sebelumnya. Cewek ini menemukan alamat cowok target yang sebenarnya. Dan saat melihat cowok itu, si cewek terkejut. Ternyata cowok idamanannya itu, tidak sesempurna yang dibayangkan oleh cewek itu. Cowok itu pincang kaki nya. Dan setelah bertemu tatap muka, si cowok malah menghindar. Dan sahabat dari cowok itu menceritakan hal yang sebenarnya, kenapa si cowok itu menghindar. Karena sebenarnya, cowok itu mempunyai cinta sejati nya dahulu kala. Dan wajah dari cinta sejati nya itu, mirip sekali dengan si cewek. Dan karena si cowok ingin benar benar melupakan masa lalu nya, jadi cowok itu menghindari si cewek itu.
Dan si cewek, masih terisak dengan tangisannya. Lelaki dambaan nya, yang telah ia mimpikan, ternyata memiliki pengalaman yang kelam. Dan setelah pengorbanannya, dari Australia ke Jakarta(Indonesia), ternyata tidak membuahkan hasil yang diinginkan cewek itu. Sungguh memilukan.
Sabtu, 25 Juli 2009
Kecanduan yang berbahaya
Kemajuan technology memang tidak bisa dihindari. Karena technology ini memang memudahkan manusia dalam melakukan segala hal. Baik itu dalam urusan pelajaran ataupun pekerjaan sehari hari. Hal itu memang tidak bisa di pungkiri lagi dalam jaman modern ini, di era globalisasi ini.
Akan tetapi, kenapa seiring majunya technology, malah memudarkan kebiasaan yang lalu? Maksud saya disini, kenapa seperti permainan anak anak kecil dahulu seperti egrang, petak umpet, kelereng, jamuran, dsb, justru di ganti dengan permainan video game? Seperti playstation atau sejenisnya. Padahal permainan tradisional itu malah justru mempunyai kelebihan dari berbagai bidang. Seperti memupuk kerja sama, persaudaraan, dan lain sebagainya. Termasuk melatih fisik dan mental. Dan permainan modern itu, sebenarnya akan berdampak negatif bagi perkembangan anak anak. Ini saya rasakan sendiri, karena saya akui saya juga pecandu technology modern tersebut. Dampak yang saya rasakan adalah salah satunya, kurangnya pergaulan. Karena rasa kebersamaan memang sudah tidak saya rasakan semenjak saya ketagihan dengan permainan video game tersebut. Saya jadi merasa menang sendiri, merasa egois, dan sepertinya saya adalah yang terbaik. Memang, hal seperti ‘menjadi yang terbaik’ ada baiknya. Karena hal ini bisa menjadi semangat untuk berkembang. Tapi dalam hal ini saya tidak mengalaminya. Justru keegoisan dan keangkuhan dari rasa ‘terbaik’ itu yang saya rasakan. Karena untuk menjadi ‘yang terbaik’ itu saya peroleh tidak dengan usaha dan keringat. Melainkan dengan cara yang instant, seperti yang sering saya lakukan di permainan video game. Dan karena dalam video game, pada saat kita mengalami kekalahan, kita bisa mengulanginya lagi untuk menjadi pemenang. Jadi gara gara itu saya menjadi so’ santai, dan sering menanggap remeh suatu masalah. Dan hal itu juga membuat saya menjadi pemalas untuk meraih sesuatu. Karena saya berpikir, untuk mendapatkan sesuatu itu tidak sulit, dengan kata lain bisa dengan cara instant.
Dari uraian di atas, saya sadar akan kelemahan dari technology yang maju. Bahkan kelemahan itu sangat fatal bagi saya khususnya. Tapi mau bagaimana lagi? Sulit menghilangkan rasa kecanduan saya terhadap technology yang maju. Karena dengan kemudahan nya untuk melakukan sesuatu. Jadi bagi para pembaca yang telah membaca uraian ini, saya minta saran nya untuk mengurangi kecanduan terhadap technology ini. Terima kasih sebelum nya saya ucapkan kepada pembaca, karena selain telah mengunjungi blog saya ini, anda juga telah membaca curahan hati saya.
Akan tetapi, kenapa seiring majunya technology, malah memudarkan kebiasaan yang lalu? Maksud saya disini, kenapa seperti permainan anak anak kecil dahulu seperti egrang, petak umpet, kelereng, jamuran, dsb, justru di ganti dengan permainan video game? Seperti playstation atau sejenisnya. Padahal permainan tradisional itu malah justru mempunyai kelebihan dari berbagai bidang. Seperti memupuk kerja sama, persaudaraan, dan lain sebagainya. Termasuk melatih fisik dan mental. Dan permainan modern itu, sebenarnya akan berdampak negatif bagi perkembangan anak anak. Ini saya rasakan sendiri, karena saya akui saya juga pecandu technology modern tersebut. Dampak yang saya rasakan adalah salah satunya, kurangnya pergaulan. Karena rasa kebersamaan memang sudah tidak saya rasakan semenjak saya ketagihan dengan permainan video game tersebut. Saya jadi merasa menang sendiri, merasa egois, dan sepertinya saya adalah yang terbaik. Memang, hal seperti ‘menjadi yang terbaik’ ada baiknya. Karena hal ini bisa menjadi semangat untuk berkembang. Tapi dalam hal ini saya tidak mengalaminya. Justru keegoisan dan keangkuhan dari rasa ‘terbaik’ itu yang saya rasakan. Karena untuk menjadi ‘yang terbaik’ itu saya peroleh tidak dengan usaha dan keringat. Melainkan dengan cara yang instant, seperti yang sering saya lakukan di permainan video game. Dan karena dalam video game, pada saat kita mengalami kekalahan, kita bisa mengulanginya lagi untuk menjadi pemenang. Jadi gara gara itu saya menjadi so’ santai, dan sering menanggap remeh suatu masalah. Dan hal itu juga membuat saya menjadi pemalas untuk meraih sesuatu. Karena saya berpikir, untuk mendapatkan sesuatu itu tidak sulit, dengan kata lain bisa dengan cara instant.
Dari uraian di atas, saya sadar akan kelemahan dari technology yang maju. Bahkan kelemahan itu sangat fatal bagi saya khususnya. Tapi mau bagaimana lagi? Sulit menghilangkan rasa kecanduan saya terhadap technology yang maju. Karena dengan kemudahan nya untuk melakukan sesuatu. Jadi bagi para pembaca yang telah membaca uraian ini, saya minta saran nya untuk mengurangi kecanduan terhadap technology ini. Terima kasih sebelum nya saya ucapkan kepada pembaca, karena selain telah mengunjungi blog saya ini, anda juga telah membaca curahan hati saya.
Rabu, 22 Juli 2009
MOS
MOS. Atau singkatan dari Masa Orientasi Siswa. Ini adalah kegiatan sekolah, yang dilaksanakan oleh para pengurus OSIS atau Organisasi Siswa Intra Sekolah. Kegiatan ini memiliki tujuan. Yaitu mengenalkan sekolah kepada calon siswa yang sudah diterima pada sekolah tersebut. Dan biasanya yang diperkenalkan terlebih dahulu adalah lingkungan sekolah. Dan setelah itu, sistem ajaran di sekolah, dan lain sebagainya.
Tapi entah mengapa, sering sekali MOS ini selalu disalah artikan oleh sejumlah oknum dan masyarakat. Ini bisa di maklumi, karena MOS pada jaman dahulu kala, selalu identik dengan kekerasan. Seperti kekerasan fisik, maupun mental. Dan walaupun sekarang ini, untuk kekerasan fisik pada lingkungan sekolah sudah tidak diperkenankan lagi, masih saja terdapat banyak sekali kekerasan mental. Seperti halnya pada MOS ini, yang dialami oleh calon siswa/siswi SMP atau SMA. Karena biasanya, calon siswa dituntut untuk mematuhi permintaan para panitia MOS tersebut. Dan permintaan itu, biasanya tidaklah wajar. Karena bisa kita pelajari, apa gunanya membawa memakai kalung yang terbuat dari akar pohon beringin? Atau harus membawa sejumlah permen dengan merk tertentu, dan dengan tulisan terntentu dikemasan tersebut? Apakah semua itu berhubungan dengan pengenalan siswa kepada sekolah? Apakah yang akan diperkenalkan OSIS kepada calon siswa/siswi nya, melalui MOS tersebut? Sebodoh apakah para pengurus OSIS tersebut, karena tidak bisa mimilah mana yang disebut sebagai pengenalan, dan mana yang disebut sebagai pemaksaan? Kenapa saya sebut pemaksaan? Karena biasanya, jika peserta MOS tersebut tidak melaksanakan kehendak para panitia MOS, maka peserta MOS tersebut akan menerima sebuah hukuman. Entah itu hukuman berupa apa. Memang benar, alasan disiplin lah yang digunakan sebagai pedang dari panitia MOS tersebut. Tapi disiplin seperti apa yang akan diterapkan kepada para peserta MOS ini? Benar, disiplin peraturan. Tapi kenapa peraturan itu harus memberatkan para calon siswa/siswi di sekolah tersebut? Dan ini bukan hanya memberatkan yang sekedar biasa saja. Karena selain mereka merasa aneh untuk membawa peralatan keperluan MOS ini, mereka juga merasa tertekan. Tekanan ini bisa disebut sebagai kekerasan mental. Karena biasanya mental peserta MOS ini, terganggu oleh permintaan para panitia MOS yang sangat berlebihan tersebut. Mengapa saya sebut berlebihan, karena hal ini memang sangat berlebihan sekali. Karena untuk hidup sehari hari saja hanya perlu berpakaian baju/kaos dan bercelana. Tapi dalam MOS ini, pakaiannya memang selalu dilebih lebihkan. Harus memakai baju warna ini lah, celana harus di tekuk sebelah lah, atau sepatu yang tidak boleh sewarna/tidak sejenis lah. Apa ini tidak berlebihan namanya? Ok. Jika tidak berlebihan, maka akan saya sebut hal itu, adalah hal yang LEBAY. Karena pada jaman anak muda sekarang yang gila, istilah berlebihan sudah jarang sekali dipakai. Dan menjadi lebay. Dan kenapa bisa saya sebut sebagai jaman yang gila? Karena memang sudah gila. Dan tidak waras. Coba saja pikirkan, apa tujuan sebenarnya dari MOS itu? Dan apa tujuan para panitia MOS melakukan ketentuan yang sebenarnya tidak beralasan dan tidak bertujuan itu? Dan sebenarnya, intinya adalah 1. Kenapa pihak sekolah masih membiarkan hal itu terjadi, dan mengapa juga menyutujui kegiatan tersebut?
Pertanyaan dari semua pernyataan di atas adalah, KENAPA dan MENGAPA?
Tapi entah mengapa, sering sekali MOS ini selalu disalah artikan oleh sejumlah oknum dan masyarakat. Ini bisa di maklumi, karena MOS pada jaman dahulu kala, selalu identik dengan kekerasan. Seperti kekerasan fisik, maupun mental. Dan walaupun sekarang ini, untuk kekerasan fisik pada lingkungan sekolah sudah tidak diperkenankan lagi, masih saja terdapat banyak sekali kekerasan mental. Seperti halnya pada MOS ini, yang dialami oleh calon siswa/siswi SMP atau SMA. Karena biasanya, calon siswa dituntut untuk mematuhi permintaan para panitia MOS tersebut. Dan permintaan itu, biasanya tidaklah wajar. Karena bisa kita pelajari, apa gunanya membawa memakai kalung yang terbuat dari akar pohon beringin? Atau harus membawa sejumlah permen dengan merk tertentu, dan dengan tulisan terntentu dikemasan tersebut? Apakah semua itu berhubungan dengan pengenalan siswa kepada sekolah? Apakah yang akan diperkenalkan OSIS kepada calon siswa/siswi nya, melalui MOS tersebut? Sebodoh apakah para pengurus OSIS tersebut, karena tidak bisa mimilah mana yang disebut sebagai pengenalan, dan mana yang disebut sebagai pemaksaan? Kenapa saya sebut pemaksaan? Karena biasanya, jika peserta MOS tersebut tidak melaksanakan kehendak para panitia MOS, maka peserta MOS tersebut akan menerima sebuah hukuman. Entah itu hukuman berupa apa. Memang benar, alasan disiplin lah yang digunakan sebagai pedang dari panitia MOS tersebut. Tapi disiplin seperti apa yang akan diterapkan kepada para peserta MOS ini? Benar, disiplin peraturan. Tapi kenapa peraturan itu harus memberatkan para calon siswa/siswi di sekolah tersebut? Dan ini bukan hanya memberatkan yang sekedar biasa saja. Karena selain mereka merasa aneh untuk membawa peralatan keperluan MOS ini, mereka juga merasa tertekan. Tekanan ini bisa disebut sebagai kekerasan mental. Karena biasanya mental peserta MOS ini, terganggu oleh permintaan para panitia MOS yang sangat berlebihan tersebut. Mengapa saya sebut berlebihan, karena hal ini memang sangat berlebihan sekali. Karena untuk hidup sehari hari saja hanya perlu berpakaian baju/kaos dan bercelana. Tapi dalam MOS ini, pakaiannya memang selalu dilebih lebihkan. Harus memakai baju warna ini lah, celana harus di tekuk sebelah lah, atau sepatu yang tidak boleh sewarna/tidak sejenis lah. Apa ini tidak berlebihan namanya? Ok. Jika tidak berlebihan, maka akan saya sebut hal itu, adalah hal yang LEBAY. Karena pada jaman anak muda sekarang yang gila, istilah berlebihan sudah jarang sekali dipakai. Dan menjadi lebay. Dan kenapa bisa saya sebut sebagai jaman yang gila? Karena memang sudah gila. Dan tidak waras. Coba saja pikirkan, apa tujuan sebenarnya dari MOS itu? Dan apa tujuan para panitia MOS melakukan ketentuan yang sebenarnya tidak beralasan dan tidak bertujuan itu? Dan sebenarnya, intinya adalah 1. Kenapa pihak sekolah masih membiarkan hal itu terjadi, dan mengapa juga menyutujui kegiatan tersebut?
Pertanyaan dari semua pernyataan di atas adalah, KENAPA dan MENGAPA?
BOS
BOS. Ini bukannya bos pemimpin, tapi merupakan sebuah kependekan dari Bantuan Operasional Sekolah. Program ini diadakan pemerintah untuk membantu rakyat yang kurang mampu untuk melaksanakan program WAJAR atau program Wajib belaJAR. Karena seperti yang kita ketahui bersama, bangsa Indonesia sudah lama merasakan kebodohan. Dan hal ini, membuat negara kita menjadi kelompok negara yang sedang berkembang. Karena selain itu, diluar sana masih banyak anak yang putus sekolah atau bahkan tidak pernah mengeyam bangku sekolah sama sekali. Hal ini dikarenakan mahalnya biaya sekolah. Maka dari itu, pemerintah mengadakan program BOS ini, untuk membantu warganya agar tidak putus sekolah karena masalah ekonomi. Karena sangat disayangkan, anak umur 10 tahun, tidak bisa membaca atau menghitung 1 ditambah 1.
Karena itulah pemerintah melaksanakan program BOS ini, dan dana BOS sepenuhnya sudah disperuntukkan untuk sekolah. Karena memang, BOS memiliki kepanjangan yang didalamnya ada kata Sekolah. Tapi hal ini masih di salah gunakan oleh sejumlah oknum. Walaupun BOS ini menggratiskan biaya sekolah, tapi masih saja ada sekolah yang melakukan pungutan liar atau pungli. Pungli itu bisa seperti pungutan uang bangunan, sumbangan wajib, SPP, gaji guru, atau yang lainnya. Padahal untuk pungutan itu, sepenuhnya sudah dijamin oleh program BOS tersebut. Dan walaupun untuk buku paket palajar yang sudah dibeli oleh BOS, masih saja ada oknum sekolah yang melakukan pungutan untuk masih menghargai buku itu kepada para murid.
Karena itulah pemerintah melaksanakan program BOS ini, dan dana BOS sepenuhnya sudah disperuntukkan untuk sekolah. Karena memang, BOS memiliki kepanjangan yang didalamnya ada kata Sekolah. Tapi hal ini masih di salah gunakan oleh sejumlah oknum. Walaupun BOS ini menggratiskan biaya sekolah, tapi masih saja ada sekolah yang melakukan pungutan liar atau pungli. Pungli itu bisa seperti pungutan uang bangunan, sumbangan wajib, SPP, gaji guru, atau yang lainnya. Padahal untuk pungutan itu, sepenuhnya sudah dijamin oleh program BOS tersebut. Dan walaupun untuk buku paket palajar yang sudah dibeli oleh BOS, masih saja ada oknum sekolah yang melakukan pungutan untuk masih menghargai buku itu kepada para murid.
Emansipasi
Pemimpin. Hal tersebut biasanya adalah milik dari kaum laki laki. Tapi kenapa, masih saja ada kaum wanita yang ingin menjadi seorang pemimpin? Contoh nya saja kita lihat pada pemilihan caleg kemarin. Saya lihat, pada kertas suara, ternyata cukup banyak juga yang berambisi menjadi pemimpin. Walaupun hanya masih menjadi caleg, tapi hal ini cukup membuktikan ambisi menjadi pemimpinnya, cukup besar. Dan hal itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, tentang pemimping wanita. Karena kita tahu sendiri, kalau imam sholat berjamaah adalah lelaki. Dan menurut ajaran Islam, jika ada 3 orang wanita dan mereka ingin melakukan sholat berjamaah, tapi tidak dilihatnya lelaki disekitarnya, maka untuk menjadi imam nya, wanita diperbolehan. Tapi untuk kasus caleg tadi, apakaha para lelaki sudah tidak sanggup lagi memimpin? Atau para kaum lelaki sudah mengalami kepunahan? Tapi kenyataannya, saya melihat masih cukup banyak kandidat lelaki yang mencalonkan sebagai calon legislatif. Tapi kenapa masih saja banyak wanita yang mencalonkan menjadi caleg? Bukankah itu menentang ajaran agama Islam? Malahan, sepengetahuan saya, kandidat caleg tersebut, di photonya, menggunakan jilbab. Bukankah itu salah satu pertanda kalau wanita tersebut, menjunjung tinggi ajaran agama Islam, untuk menutup aurat nya? Tapi kenapa tidak menyadari dengan kodratnya kaum perempuan, dan kaum lelaki? Dan kenapa alasan ‘emansipasi’ selalu menjadi tameng untuk mereka? Kalau emansipasi selalu dijadikan alasan untuk menjadi perempuan pemimpin, kan pahlawan emansipasi tersebut mengalami dosa yang sangat besar. Jadi, sekejam apakah kaum perempuan pada jaman sekarang ini?
Langganan:
Entri (Atom)

