Kamis, 03 Juni 2010

Yang bener aja?

Hari ini 31 mei 2010 aku mendengar kabar bahwa bensin preium akan di stop oleh pemerintah. Selain itu juga, aku juga setiap kali pergi ke SPBU terdekat tertulis bahwa premium kosong dan yang ada hanya pertamax.
Oke, aku sangat setuju dengan kebijakan pemerintah tersebut. Asalkan tujuannya jelas dan tidak ada unsur menguntungkan salah 1 pihak. Menurutku, ini lebih baik. Bahkan sangat baik. Dan ini juga bisa dibilang efektif untuk mengurangi polusi. Tapi apakah cara ini merupakan cara yang tepat? Mungkin memang benar ini dapat mengurangi polusi dan menghemat cadangan minyak dunia yang notabene merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Kenapa harus mengorbankan bensin premium? Apakah tidak distop saja sekalian, produksi kendaraan bermesin? Pembajak sawah pun sudah menggunakan traktor, bahkan becak pun sudah menggunakan motor. Orang orang pada jaman sekarang ini, sudah mulai meninggalkan kebiasaan jaman dahulu dan mulai menggunakan alat alat modern. Tapi ini juga menimbulkan dampak serius bagi kehidupan di bumi kita tercinta ini. Bayangkan saja, dalam waktu sehari saja berapa liter yang dihabiskan oleh pengguna kendaraan bermotor? Perkembangan teknologi seperti apa yang dilakukan oleh banyak mahasiswa tentang menghemat baha bakar, memang teknologi yang sangat dibutuhkan pada jaman sekarang ini. Dan ini seharusnya mendapat perhatian yang serius oleh pemerintah. Karena bisa dibilang, mereka mereka ini adalah penemu alat canggih pada jaman sekarang ini. Tapi apa, mereka maksimal hanya mendapat penghargaan paling paling. Tapi teknologi itu tidak dikembangkan. Justru produsen kendaraan bermotor lah yang mengembangkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan orang orang.
Para produsen kendaraan bermotor, yang ku ketahui yang terkenal adalah dari Negara jepang, sangat berkembang sekali. Mereka terus memproduksi kendaraan bermotor misalnya saja sepeda motor. Dan itu biasanya didistribusikan di Indonesia. Tapi aku tiba tiba saja timbul pertanyaan. Apakah di Negara jepang itu, terdapat pengguna kendaraan sepeda motor yang mereka produksi dan dijual di Indonesia? Kalau sejauh yang ku ketahui, di Negara jepang justru lebih banyak menggunakan alat transportasi umum jika ingin berpergian. Atau kalaupun menggunakan kendaraan pribadi, mereka menggunakan mobil. Tapi itu tidak seberapa ketimbang penggunaan alat transportasi umum. Inilah yang aku bingung kan dan ku pertanyakan dalam benak ku. Negara yang memproduksi kendaraan sepeda motor terkenal saja, tidak memakai produknya sendiri. Tapi di Negara tempat mereka memasarkannya, justru lebih banyak penggunaan sepeda motor. Ini juga kulihat dari berita saat musim lebaran. Orang orang lebih memilih mudik menggunakan sepeda motor daripada kendaraan umum katanya. Memang sih, kendaraan umum bisa saja terdapat pencopet atau sejenisnya. Dan jumlah kendaraan umum pun masih belum seberapa. Dan terkadang, sering sekali macet jika kendaraan umum seperti bis atau sejenisnya. Tapi kenapa pemerintah terkesan diam saja dengan masalah ini? Justru lebih memilih menyetop bensin premium? Bagaimana dengan cara lainnya? Apakah pikiran mereka hanya terbatas itu itu saja? Apakah dalam memutuskan sesuatu mereka tidak memikirkan pertimbangan yang lain?
Ada hal lain lagi yang sangat memprihatinkan sekali. Dulu kulihat di berita, di kota Jakarta direncanakan dibangun kereta monorail. Tapi sampai sekarang, mana wujud nyata dari rencana itu? Apakah ada unsur korupsi lagi, dan lagi? Bukankah itu sia sia saja? Apakah sebaiknya kita segera menyelesaikan sesuatu yang sudah kita mulai, dan tidak perlu menumpuk numpuk pekerjaan lagi? Sebenarnya rencana ini bagus, dan tepat untuk diterapkan di kota jakata yang penuh dengan kemacetan dan kesibukan. Selain itu juga, perlu kerjasama antara pihak polentas dengan supir supir angkutan umum untuk tidak ugal ugalan dalam mengemudi. Karena sejauh yang ku lihat, banyak supir bus yang ugal ugalan dalam mengemudi. Begitu juga dengan mencari penumpang. Mereka berhenti sembarangan tempat. Sebenarnya ini juga perlu kerjasama dengan masyarakat, agar tidak menunggu bis di perempatan traffic light. Karena hanya akan menyebabkan kemacetan saja. Bukankah sudah dibuat halte bus untuk menunggu bus? Dan disitu juga sudah disediakan kursi yang bisa digunakan untuk duduk ketika kita sedang capek menunggu bus datang? Jadi kita tidak perlu capek berdiri. Aneh nya, kenapa fasilitas yang sudah dibangun untuk kita, tidak kita manfaatkan?

Kesimpulannya adalah, mengapa pemerintah tidak berpandangan secara luas? Tidak berpikir panjang? Bukankah masih banyak cara lain untuk menyelesaikan masalah ini. Mungkin semua akan terjawab dengan jelas, ketika kita jadi orang yang selalu jujur pada diri sendiri, dan saling menghargai orang satu sama lain. Dan tentunya, menanamkan jiwa religious dalam diri sendiri. Setidaknya, tanamkan jiwa Pancasila kedalam diri kita. Jika yang sudah hafal dengan dasadharma, tanamkan dan wujudkanlah. Untuk umat Islam, amalkan walau itu hanya satu ayat. Percuma dia hafal, tapi tidak mengamalkannya. Di dunia ini, kita hanya bisa untuk saling mengingatkan atau berdakwah. Karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna, maka dari itu kita berusaha untuk terus menutupi kekurangan kita dengan cara saling mengingatkan. Karena itulah kita disebut makhluk sosial. Percuma kalau mengaku punya teman tapi tidak pernah saling mengingatkan satu sama lain.

0 komentar:

Poskan Komentar

Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya