Jumat, 16 Juli 2010

Dilema ledakan tabung gas

Ledakan gas sering sekali terjadi dimana mana. Dan lebih sering ledakan gas tersebut terjadi pada gas yang berukuran 3kg. Gas 3kg ini adalah tabung gas baru yang dikeluarkan pemerintah untuk program konversi minyak ke gas.
Sungguh aneh memang. Kenapa yang meledak adalah tabung gas berukuran 3kg saja, sedangkan tabung gas yang berukuran 15kg belum ada kasus serupa. Harusnya ini menjadikan pelajaran yang penting bagi semua pihak, termasuk puhak yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya adalah pemasok gas suntikan. Para pemasok ini, berpikir egois sekali. Mereka hanya memikirkan keuntungan dirinya sendiri saja dan tidak memikirkan dampak lain yang akan terjadi. Karena praktek penyuntikan ini bisa saja membuat tabung gas biasanya dilakukan oleh sekumpulan orang awam, dan bukan ahlinya. Dan hal ini dengan kata lain, sudah merubah tabung gas tersebut bukan konversi dari pemerintah, karena sudah dicampuri oleh pihak tak bertanggung jawab.
Selain itu, penyebab meledaknya tabung gas berukuran 3kg masih simpang siur. Pada sebuah penelitian yang meneliti selang tabung gas, diantara 12 sampel selang yang diuji, tidak ada 1 pun yang lolos tes. Selain itu, pada regulator pun banyak yang tidak tertulis logo SNI atau Standart Nasional Indonesia.
Tapi sebenarnya kunci dari ledakan gas tersebut, adalah faktor dari pengguna gas berukuran 3kg tersebut. Karena mari kita lihat kasus yang terjadi di beberapa daerah yang ditayangkan di media massa. Mari kita evaluasi sejenak. Kenapa gas tersebut meledak hanya saat pengguna dari gas tersebut, pada saat memasak? Berarti jelas, jika faktor di atas kurang berpengaruh. Karena pengaruh besar, dipegang oleh pengguna tabung gas berukuran 3kg. Karena seperti ini. Jika memang gas tersebut disuntik oleh orang tidak bertanggung jawab, apa dampaknya? Apakah langsung meledak saat dipasangkan dengan regulator? Paling tidak hal yang akan terjadi adalah, kebocoran atau nyala api kurang besar. Dan yang benar saja, jika nyala api kurang besar kalau pengen membesarkan api dengan cara menyulut korek api diatas kompor? Dan juga kalaupun masalah dari selang yang tidak lolos ujian laboratorium dan tentang regulator yang tidak berlogo SNI, paling paling dampak yang timbul adalah kebocoran gas yang terjadi. Tapi kebocoran ini biasanya tidak diwaspadai oleh para pengguna gas berukuran 3kg. harusnya saat regulator dan selang diperiksa sebelumnya, apakah sudah terpasang logo SNI. Dan saat memasang regulator di tabung gas, harus diperiksa secara telitit apakah sudah benar terpasang \dengan baik dan tidak bocor. Dan apabila terjadi kebocoran, langsung kita copot dan langsung kita bawa keluar ruangan agar gas tidak mengumpul didalam ruangan karena ini juga berbahaya bagi pengguna. Karena jika udara bercampur dengan gas, maka kita tidak boleh menyalakan listrik atau menyalakan api. Karena percikan api atau nyala api tersebut, bisa menyebabkan nyala ledakan terjadi. Dan jika terjadi kebocoran pada tabung gas tersebut, harusnya melapor kepada pihak yang lebih mengetahui tentang tabung gas. Bisa ditanyakan langsung ke tempat membeli tabung tersebut. Karena mungkin ada karet yang sobek atau apapum.
Apapun kasusnya, bukankah kita sebaiknya menjadi orang yang bijak. Mari kita berpikir dewasa. Kenapa kita mencari keuntungan diatas derita orang lain? percuma jika kita untung 100 trilyun USD tapi ujung ujungnya kita harus tinggal di penjara Alcatraz seumur hidup? Bukankah lebih bijak kita sangat bersyukur walaupun kita mendapat keuntungan walau hanya 500 rupiah tapi itu berjangka panjang. Karena keuntungan jangka panjang, ini yang lebih baik. Dan seharusnya kita tidak ada yang egois satu sama lainnya. Kita saling menghargai satu sama lainnya, agar tercipta warga yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya