Jumat, 16 Juli 2010

Dilema Pendidikan Indonesia

200 ribu rupiah. Sebuah mimpi buruk bagi seorang calon siswi dikota purwokerto. ‘hanya’ 200ribu rupiah, merupakan penyebab seseorang belum bisa meraih mimpi nya yaitu menempuh pendidikan lebih tinggi.
Kata kata ‘hanya’, itu mungkin mudah diucapkan untuk beberapa kaum menengah keatas. Tapi bagi keluarga Marlina di kota purwokerto, tidak ada kata ‘hanya’. Gara gara 200ribu rupiah, Marlina tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal kita ketahui bersama, pemerintah sudah menganggarkan anggaran untuk pendidikan. Tapi, KEMANA dana tersebut? Apabila jawabannya adalah ‘dialihkan’, itu adalah jawaban yang biasa. Tapi, untuk apa ‘mereka mereka’ melakukan ini? Bukankah masih banyak orang yang lebih membutuhkan, salah satunya adalah Marlina. Dan lagi lagi, perbuatan ‘nakal’ itu mayoritas dilakukan oleh orang orang yang ‘kurang berpendidikan’. Lalu, bagaimana untuk mencari ‘bibit unggul’ di Negara ini? Bukankah faktor pendidikan teramat sangat penting untuk menciptakan ‘bibit bibit unggul’? Seharusnya kita menyadari hal tersebut. Mari kita bermimpi. Seandainya, semua warga Indonesia berpendidikan minimal Diploma atau setidaknya lulus SMA. Apakah akan ada permukiman kumuh? Apakah aka nada kemiskinan di negeri ini? Apakah ada KKN? Apakah ada keegoisan di masing masing penduduk negeri ini? Semuanya sama rata sama rasa satu suara. Tapi jika kita lihat untuk saat ini saja, masih banyak pembagian dari level ke level. Masih ada jarak yang jelas atau batas yang jelas antara sesama penduduk negeri ini. Level si miskin, level si kaya, level si pintar, level si bodoh, level si ceroboh, level si kumuh, level si nakal, dsb.
Kembali ke inti permasalahan. Kita seharusnya bisa saling menghargai satu sama lain. jika kita semua saling menghargai satu sama lain, tentunya tidak akan terjadi beberapa perpecahan atau sebagainya. Sama rasa, sama rata, satu suara, satu tujuan. Tidak perlu terpecah belah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya