Masalah. Merupakan sesuatu yang tidak disukai oleh manusia di dunia ini. Karena masalah tersebut dapat membuat manusia tersebut merasa rusak. Rusak yang dimaksud disini adalah contohnya manusia bisa saja melakukan hal yang ekstrim untuk menghilangkan masalah tersebut seperti bunuh diri. Hal itu bisa saja dilakukan oleh orang saat pikiran orang tersebut sudah benar benar buntu. Karena menurutnya, bunuh diri adalah jalan terakhir yang harus dipilihnya. Contoh dampak dari masalah adalah, stres. Stres ini dikarenakan sudah tidak kuat merasakan masalah tersebut. Dan stres ini bisa membuat orang tersebut menjadi gila.
Masalahnya, kenapa masalah itu harus ada dan kenapa setiap orang selalu membenci masalah? Padahal jika ditelaah lebih jauh, masalah itu bisa dapat membuat diri seseorang menjadi lebih dewasa. Karena kedewasaan seseorang bisa diukur dari dia menyelesaikan masalah tersebut. Jika menyelesaikan masalah dengan marah marah, maka bisa disebut orang tersebut masih kekanak kanak an. Dan jika orang tersebut dapat menyelesaikan masalah dengan tenang, maka orang tersebut bisa disebut sudah dewasa.
Tapi kebanyakan orang tidak tahu bagaimana cara menghadapi suatu masalah itu. Mereka cenderung bertanya ‘siapa’ yang ada di masalah tersebut. Maksudnya adalah, siapa penyebab terjadinya masalah tersebut. Dan juga orang orang yang sok tau malah, ingin menanyakan ‘kapan’. Kapan masalah itu terjadi. Dan terkadang juga, menanyakan ‘dimana’. Juga sudah pasti, pertanyaan ‘apa’ yang sering terjadi. Apa masalah itu. Tapi bukankah seharusnya mereka berpikir ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’. Mengapa masalah tersebut bisa saja terjadi. Karena mengetahui alasan mengapa bisa terjadi lah, yang mungkin bisa mencegah masalah ini bisa terjadi lagi. Dan bagaimana cara menanggulanginya. Jika saling menuduh tentang penyebab masalah, itu tidak akan pernah selesai masalah tersebut. Karena ada kata bijak ‘jika kita masih berada pada tingkat masalah yang sama, kita tidak akan pernah lepas dari masalah tersebut’(kalau tidak salah ingat). Makanya, act/tindakan lah yang diutamakan. Kata anak gaul,”talk less do more”. Cukup bicara, berbuatlah/kerjakanlah. Tapi, mengerjakan sesuatu itu harus kita pikirkan terlebih dahulu. Jangan asal melakukan saja tanpa perhitungan terlebih dahulu.
Jadi jika kita sedang dihadapkan pada suatu permasalahan, tunjukan sikap kedewasaan kita. Jangan seperti anak kecil yang seenaknya sendiri. Tunjukkan kedewasaan kita bahwa kita telah mempergunakan fasilitas akal, pikiran, dan perasaan manusia.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar
Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya