Kendaraan. Adalah merupakan alat transportasi, merupakan kebutuhan bagi setiap umat manusia untuk membantu pekerjaannya. Karena nya, ini merupakan sesuatu yang wajib apalagi dijaman sekarang ini yang serba mobilitas. Karenanya sekarang ini setiap orang pasti mempunyai kendaraan, setidaknya sepeda. Dan ditunjang dengan jalan jalan yang sudah banyak dibangun diberbagai tempat.
Ini dia masalahnya. Sebenarnya, hal ini tidak benar benar ditunjang. Karena makin bertambahnya kendaraan, tapi tidak diimbangi dengan bertambahnya fasilitas umum terutama jalan raya. Kita ambil contoh kecil saja. Di wonogiri, pada jalur ponorogo-solo, harus melewati jalanan pegunungan yang naik turun dan berkelak kelok. Dan dijalur tersebut, tidak hanya pemakai kendaraan pribadi. Akan tetapi justru lebih banyak kendaraan umum melewati nya. Dan seperti yang kita ketahui bersama, kendaraan umum seperti bus besarnya seperti apa. Dan hal tersebut, tidak ditunjang dengan lebar jalan. Bahkan, lebar jalan tidak cukup jika 2 bus berjalan bersampingan. Ini berarti, tidak ada atau sulit sekali untuk menyalip bus. Sedangkan kita ketahui bersama di Indonesia ada bus kelas ekonomi yang notabene bisa berhenti kapan saja demi mendapatkan penumpang. Dan ini memang benar benar berhenti sesukanya, berhenti dimana ada penumpang yang sedang menunggu kedatangan bus.
Uraian diatas, mengenai masalah antara bus dengan lebar jalan. Uraian berikut ini, lebih spesifik lagi. Kita lihat bersama di berita baik media elektronik maupun media cetak, diberitakan mengenai kemacetan yang semakin parah di ibukota Jakarta. Menurut berita, penyebabnya adalah semakin banyaknya pengguna kendaraan pribadi. Kalau menurut saya, bukan masalah banyak atau sedikitnya kendaraan pribadi. Akan tetapi, SDM nya lah yang menjadi masalah utama, masalah pokoknya. Karena walaupun sudah ada transportasi umum, masih saja sering terjadi kemacetan. Kenapa saya bilang, SDM nya. Hal ini karena, biasanya supir bus suka seenaknya sendiri. Yang dicari hanya uang dan uang saja, demi kepuasan sendirinya saja. Karena, mencari penumpang dengan berhenti sekenanya. Bukankah hal tersebut, dapat menyebabkan kemacetan parah. Bukankah sudah ada halte bus, untuk tempat kita menunggu bus. Dan selain itu, memang lebar jalan harus disesuaikan dengan pengguna jalan. Jika kata orang, pengguna sepeda motor lah yang harus dikurangi, menurut saya bukan seperti itu. Memang, kendaraan bermotor perlu dikurangi karena biasanya kendaraan bermotor ngawur atau sesukanya. Suka salip salip an. Akan tetapi, kendaraan roda 4 lah yang harus dikurangi. Bayangkan, apabila seluruh penduduk Jakarta memakai mobil untuk pergi kemana saja. Akan menimbilkan kemacetan yang teramat sangat parah sekali. Karena kita lihat saja, berapa besar ukuran mobil, dan jika dibandingkan dengan besar penumpangnya. Sama sekali tidak sebanding. Jika hanya 1 orang saja dan dia ingin pergi ke suatu tempat, kenapa harus menggunakan mobil? Bukankah hal tersebut bisa dikatakan dengan pemborosan tempat?
Sudahlah, kita tidak perlu menyalahkan siapa. Tapi yang harus kita pikirkan adalah, bagaimana. Iya, bagaimana kita memecahkan masalah ini. Seharusnya kita menyadari semua mengenai permasalahan yang saya uraikan diatas. Selain kita memperbaiki fasilitas umum, akan lebih baik apabila kita memperbaiki diri kita sendiri. Karena perubahan itu kalau bukan kita yang memulai, maka siapa lagi? Dan untuk masalah Negara kita, seharusnya kita bisa mencontoh Negara-negara lain. Seperti jepang. Orang orang jepang lebih suka berjalan kaki, makanya orang orang jepang lebih sehat dan berkualitas. Bahkan dari rumah menuju halte untuk berangkat kerja saja, biasanya mereka berjalan kaki kalau saya lihat di acara televisi. Dan kalaupun jauh, lebih suka bersepeda lalu sepedanya dititipkan di suatu tempat atau diparkiran halte bus. Dan di jepang menurut yang saya ketahui, lebih banyak fasilitas umum dan fasilitas umum ini lebih sering digunakan orang orang. Bahkan, mereka tidak mempunyai garasi sepeda motor. Bahkan garasi mobil pun, sedikit rumah yang mempunyai nya. Dan walaupun banyak berdiri gedung gedung tinggi dan padat penduduk, tidak terlalu kelihatan bahwa Negara tersebut berpolusi. Udaranya terlihat masih segar. Itulah hal yang berbeda antara Indonesia dengan Negara lain, Negara jepang misalnya. Dan hal ini, merupakan pelajaran yang harus dipetik oleh Negara kita. Karena menurut buku manajemen yang saya pelajari, bahkan Negara jepang, manajemen jepang 95% mengambil oper cara cara manajemen barat. Ini berarti, Negara jepang belajar dari Negara Negara barat. Memang mungkin ini bisa dikatakan mencontoh, tapi perbedaan 5% itulah yang membuat manejemen jepang dipandang tidak sama dengan manajemen barat. Dan ini dapat dikatakan, jepang tidak mencontoh mentah mentah Negara barat. Tapi mempelajari dan menyerap lalu diterapkan di Negara jepang. Sebenarnya ini lah mungkin masalah Negara kita kenapa seakan akan Negara kita tertinggal jauh dengan Negara lain di belahan dunia ini. Karena Negara kita tidak pernah belajar. Padahal Negara lain sudah memberikan contoh, tinggal kita saja yang harus mempelajarinya dan menerapkannya disini.
Kamis, 28 Oktober 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar
Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya