Minggu, 07 November 2010

Kini. . .

Kini di jalanan, tak kulihat lagi para pejalan kaki. Tak kulihat lagi sepeda berlalu lalang. Tak kulihat lagi keriangan ketika bersama sama dijalanan bersepeda menuju suatu tempat. Tak kulihat lagi, orang berhenti dijalan untuk membenarkan rantai yang lepas. Kini jalanan yang kulihat hanya sekedar lalu lalang. Suara bising. Kepulan asap. Keliaran pengendara. Dimana jalanan yang dulu ku lalui?

Mengapa, warga Indonesia tidak mau belajar dari negara lain?
Untuk masalah ini saja contoh kecil nya. Jepang, yang merupakan pabrikan motor terkenal. Disana jarang ditemui sepeda motor. Warga jepang lebih senang dengan berjalan kaki. Karena selain menyehatkan, juga tidak menimbulkan polusi. Mereka lebih senang menggunakan transportasi umum. Tapi di indonesia, di kota solo saja saya ambil contoh. Untuk menyeberang jalan saja, harus menunggu cukup lama, meunggu harus benar benar aman untuk menyeberang jalan. Hal tersebut dikarenakan, banyak sekali lalu lalang kendaraan bermotor. Dan juga ulah supir bus yang berhenti sekenanya demi mencari penumpang yang padahal sudah ada halte. Dan biasanya, seenaknya berhenti di perempatan demi untuk menurunkan dan mencari penumpang. Benar benar kelas ekonomis sekali.

Sungguh indah apabila semua warga Indonesia ini dapat belajar dari sesuatu. Tidak ada lagi yang namanya melakukan kesalahan yang tidak perlu, tidak ada lagi yang namanya mengulangi kesalahan yang sama. Mungkin memang hal tersebut, masalah dari warga negara Indonesia, yakni belum dapat belajar dari sesuatu. Karena mungkin biasanya orang orang hanya menelan mentah mentah sesuatu. Dan kebanyakan orang, kurang bisa merengungkan sesuatu. Karena kebiasaan orang Indonesia, selalu mencari kesibukan dikala dia sedang sendiri. Apabila dia sedang sendirian, ya dia mencari sesuatu yang bisa dikerjakan, apapun itu. Padahal seharusnya, kita mencari sesuatu yang benar untuk dikerjakan, bukan melakukan sesuatu dengan benar. Apabila melakukan sesuatu dengan benar, kita melakukukan maling dengan diam diam itu adalah melakukan dengan benar. Tapi, hal tersebut adalah sesuatu yang tidak benar untuk dikerjakan.



Jadi, marilah kita mulai saat ini, belajar dari sesuatu. Tidak perlu muluk muluk, mulai dari hal kecil saja itu sudah cukup. Asal kita mau belajar, itu sudah sangat berarti. Jadi, bukan dengan cara menelan mentah mentah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya