Teringat akan bahasan disebuah radio swasta di kota s*****(edited) tentang “kamu suka mana, hujan atau cerah dan berikan alasan mau”. Banyak sekali berbagai macam pilihan dan alasan. Ada yg suka hujan dengan alasan enak untuk di buat tidur, ada yang bilang enak saat cuaca cerah karena bisa mengeringkan pakaian. Tapi apakah kita lupa, kalau tidak ada hujan maka kita sulit untuk mendapatkan beras berkualitas dan begitupula dengan tanaman yang lainnya. Begitu pula sebaliknya. Memang benar, apabila hujan pakaian sulit untuk kering. Dan kita kesulitan untuk berangkat kerja atau sekolah atau semacamnya. Karena itulah manusia, selalu sulit untuk puas akan satu hal, dan terus menerus mencari hal lain untuk memuaskan dirinya.
Sebenarnya jawabannya simple. Memang, kita terkadang menyukai hujan begitupula sebaliknya dengan cerah. Maka dari itu, jawabannya adalah keseimbangan di antaranya, keseimbangan antara cuaca hujan dan cerah. Karena dengan begitu, kita mendapat kesenangan dari dua hal. Yaitu, saat cerah kita bisa menjemur pakaian dan bisa pergi kemana mana. Begitupula saat hujan, bisa tidur dengan nyenyak bagi yang menyukai nya, dan bisa menimbulkan kesan romantis bagi yang berpasangan. Tapi untuk menjadikan 2 kesenangan itu terasa. Yaitu, dengan menjaga keseimbangan alam. Dan cara untuk menjaga keseimbangan alam tersebut ialah, menjaga alam agar tetap lestari. Karena dengan begitu, kita bisa merasakan kesenangan saat hujan begitu pula kesenangan saat cuaca cerah.
Karena bagaimana pun juga, ketidak seimbangan cuaca sekarang ini tidak lain disebabkan oleh manusia sendiri. Karena harap kita ketahui bersama, kehidupan ini tidak lepas dari sebab-akibat. Apabila ada akibat, pasti tidak akan lepas dari sebab. Dan aku pun juga pernah membaca entah itu dimana ku lupa, yang Koran tersebut mengatakan:”manusia lah yang menanam, dan biarkan Tuhan yang mengatur”. Aku lupa bagaimana persis nya, tapi kalau tidak salah, seperti itu. Yang intinya memang seperti itu, sebab-akibat. Seperti contoh berikut ini. Apabila kita melakukan kebajikan, maka kebajikan itu akan kembali kepada kita kelak. Contoh nyata, apabila kita menolong si A lalu suatu saat kita sedang ada masalah lalu si A melihat kita. Si A ini teringat akan kita bahwa dulu kita pernah menolongnya. Lalu si A pun membalas kebaikan kita karena telah menolongnya apda masa lalu. Dan apabila kita telah melakukan kejahatan pada si B saat si B sedang terpuruk, maka suatu saat dia akan membalas kepada kita saat kita sedang terpuruk pula.
Maka dari itu, sungguh sangat indah sekali apabila kita dapat menjaga keseimbangan alam. Karena dengan begitu, kita dapat menikmati hasilnya dari apa yang kita perbuat dengan menjaga alam, yaitu alam pun akan menjaga kita. Tidak ada lagi anomali cuaca, udara sejuk segar, bisa menjemur pakaian, dan saat saat bersama orang terkasih bisa menjadikan suasana lebih romantis lagi.
Jagalah alam, maka alam akan menjagamu.
Sabtu, 22 Januari 2011
Alam
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar
Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya