Nge blog lagi. Kali ini, aku ingin curhat saja. Karena mencurahkan hati itu menurutku cukup penting, daripada masalah dipendam sendirian. Malah pusing jadinya.
Baik, langsung saja. Aku di kelas ku, menjabat sebagai ketua kelas. Sumber informasi bagi teman sekelas, informasi dari dosen. Karena aku lah orang yang akan diberi informasi dari dosen yang bersangkutan. Jadi, aku paling dicari oleh teman teman ku. Keberadaan ku kelas, sangat penting. Jadi kalau ada kabar, aku selalu d isms oleh teman teman. Tapi kali ini, sungguh benar benar kelewatan. Sangat keterlalulan. Ini membuat ku naik darah. Tapi lebih baik aku tahan saja, demi kebijakan. Agar tidak memperpanjang urusan. Karena kalau kuluapkan langsung kepada yang bersangkutan, maka yang terjadi adalah konflik yang bersangkutan. Langsung saja langsung saja ke pokok permasalahan. Ada seseorang seorang teman sekelas, yang sms aku. Dia menanyakan mengenai untuk jadwal besok masuk jam berapa dan ada kegiatan apa. Tapi sebenarnya pertanyaan tersebut tidak perlu titanyakan karena dia menanyakan sebuah jawaban. Jadi tinggal jawab ya atau tidak. Dan dia sendiri sudah mengetahui bahwa kemungkinan jawaban adalah 90% dijawab ya. Karena sebenarnya dia sendiri sudah mengetahui informasi yang dia tanyakan. Sebenarnya besok adalah kuliah untuk mata kuliah matematika bisnis pada jam 12. Dan pada pertemuan sebelumnya dosen mata kuliah tersebut sudah menginformasikan sebelumnya bahwa untuk pertemuan selanjutnya yaitu besok hari senin adalah hanya beberapa mahasiswa saja yang masuk dan hanya absensi saja. Akan tetapi teman yang sms saya sebelumnya, dia menanyakan untuk pertemuan berikutnya masuk jam berapa dan dilakukan apa untuk pertemuan tersebut. Bukankah sms tadi, tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan? Ada apa dengan orang orang ini? Mengapa selalu saja melakukan hal hal yang tidak diperlukan? Benar benar membuang buang waktu. Dan ketika sms tersebut ku balas, balasannya terhadap sms ku barusan sungguh teramat sangat membuatku marah dan emosi sama sekali. Seakan akan, aku murka kepada dia sehinggia contactnya kuhapus saja dari grup kelas ku. Biar tau rasa dia. Padahal aku menjelaskan dengan baik baik, dengan mengirimnya seperti ini,”Sabar to, kok tidak bisa tenang sama sekali? Pikun atau lupa, kan bu dosen sudah bilang bukan, masuk buat tanda tangan saja(absensi).” Dan apa balasan sms nya, dia marah marah berupa sms,”amu tu klo ngmong yg baek ga iso to,klo gak iso,gk ush ngmog.” Langsung saja aku meminta maaf, dengan gaya memelas, dengan gaya kalau kata orang ‘nggobloki’. Dan saat aku menulis curhat ini, aku sedikit tertawa juga ketika menulis kalimat barusan. Sebenarnya disini, siapa yang tidak bisa ngomong? Kenapa tiba tiba membahas amunisi? Sunnguh aneh sekali bukan? Dan, ngmong? Apane seng didemok? Susu mu? Hakakakkakakakak, dasar PAYAH.
Sungguh malapetaka, benar benar malapetaka apabila negeri ini mempunyai warga seperti itu. Benar benar payah sekali. Kurang berguna. Bahkan bisa dibilang, TIDAK BERGUNA SAMA SEKALI. Menanyakan hal yang tidak perlu. Padahal sendirinya, sudah mengetahui informasi nya. Tapi ditanyakan.
Minggu, 02 Januari 2011
Blog lagi, edisi curhat
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar
Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya