Selasa, 16 Agustus 2011

Belajar untuk saling rukun

kapikiran. FPI sperti preman. Semena mena.
Kalau benar "Pembela Islam", apakah Islam mengajarkan ke semena-mena an tersebut? Apakah berbicara sekarang sudah bukan menjadi solusi terbaik? Okelah, membuka warung makan saat bulan puasa seperti ini adalah sangat kurang tepat.
Tapi mana bukti kerukunan antar umat beragama? Bukankah di Indonesia, bukan negara islam? Ini berarti, kita juga harus menghormati umat lain yang tidak berpuasa.
Mungkin akan sangat lebih baik apabila di setiap warung warung makan yang buka saat siang hari HANYA memberikan layanan bungkus. Jadi, silahkan beli asalkan makan ditempat sendiri. Atau lebih baik jika ada, layanan delivery. Itu akan sangat baik untuk kerukunan.
Sedangkan umat Islam yang sedang tidak berpuasa seperti perempuan yang sedang datang bulan yang tidak diperbolehkannya berpuasa, masa iya harus menahan lapar dari imsak sampai maghrib? Dan juga untuk orang sakit atau para musafir.

INTINYA adalah, mari kita belajar rukun antar umat manusia. Aksi anarkis demi membela pendapat golongannya itu hanyalah keegoisan semata. Kalau memang memiliki pendapat, silahkan berdiskusi demi terangkatnya win win soltuion. Agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Bukankah ini yang diinginkan oleh setiap umat manusia yang ada di dunia?

0 komentar:

Poskan Komentar

Anda dapad mengisi komentar disini. Lu isa ninkgalin comment guyz!. Jangan lupa kasih komentar ya, karena saya memang menunggu feedback dari para pembaca. Terimakasih sebelumnya